Pergeseran Gaya Hidup Picu Kanker Usus Besar

15 Feb

Pergeseran Gaya Hidup Picu Kanker Usus Besar -, Kanker adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan dunia. Di Indonesia, angka kejadian kanker akan meningkat hingga 80 persen 2030 jika itu tidak diatasi serius.

Kanker usus besar (kanker kolorektal) menjadi urutan ketiga paling umum kanker ditemukan setelah kanker paru-paru dan kanker payudara. Dalam beberapa dekade terakhir, kanker usus besar dan rektum (kolorektal / KKR) telah meningkat dalam urutan daftar 10 kanker paling umum nomor 10 pada 1993 untuk nomor 3 tahun 2012.

Baca Juga :  Kurang Makan Buah Dan Sayur Sebabkan Kanker Usus Besar

“Peningkatan ini adalah karena perubahan dalam gaya hidup, kebiasaan makan dan Rokok tidak juga berkurang. Paling sporadis. Ini berarti bahwa angka kejadian kanker ini untuk mengikuti perubahan zaman. Ini fakta yang menunjukkan bahwa kanker kolorektal dapat dicegah secara alami dengan gaya hidup yang sehat, “kata Profesor Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Fakultas) Prof.Dr.dr.Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP baru – baru.

Aru menambahkan kanker usus besar tidak hanya menjadi semakin penting di Indonesia karena kejadian yang meningkatkan sebagai data pada rumah sakit kanker Dharmais. Penyakit ini mempengaruhi lebih dari 30 persen orang-orang muda di bawah usia 40, usia yang masih produktif dan menjadi bergantung hidup keluarga.

“Kemajuan dalam pemahaman teknologi deteksi dan pengobatan temperamen dan kanker telah membawa perbaikan dalam keberhasilan pengobatan. Ini membawa perubahan dalam manajemen cara medis, pendekatan dokter secara individual ke pendekatan umum atau tim yang pendekatan multidisiplin, “kata Aru.

Ketua Umum Asosiasi Indonesia 2014 Onkologi-2017 periode ditambahkan untuk pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli bedah, ahli onkologi, radioterapi spesialis, perawat, pasien dan keluarga. Hal ini tidak hanya mengatasi pasien kanker stadium lanjut, tetapi juga yang terpenting perlunya penjangkauan masyarakat melakukan deteksi dini sehingga semakin cepat semakin cepat penemuan pengobatan kanker.

“Memperhitungkan keselamatan pasien dan efiesiensi prinsip-prinsip dalam menentukan terapi,” katanya.

Sekian yg bisa aku sampaikan mudah-mudahan bermanfaat bagi anda & keluarga kamu & ingat buat kabar kesehatan yg lainnya silahkan anda kunjungi atau klik obat kanker usus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *