Deteksi Penyakit Dari Warna Feses

25 Aug

Mungkin anda belum tahu bahwa deteksi penyakit dari warna feses ? Nah berikut ini ulasan tentang deteksi penyakit dari warna fesesyang dapat anda ulas selengkapnya disini. Tidak Hanya urine, warna feses serta dapat menunjukkan ragam kendala kesehatan yg sedang berjalan terhadap badan kita.

Penyakit dapat dideteksi dari empat perubahan kepada feses (tinja). Perubahan ini mencakup konsistensi, frekuensi, aroma (bau) & warna. Begitu diungkapkan Spesialis Penyakit Dalam, Dr dr AM Luthfi Parewangi, SpPD FINASIM, Jumat, 21 Agustus.

Deteksi Penyakit Dari Warna Feses

Baca Juga : Obat Kanker Usus

Ia menuturkan, tidak hanya kuning, warna feses dapat hitam, merah, pucat putih (tidak dengan warna) & berwarna lemak.
Warna hitam, menunjukkan darah yg berasal dari saluran cerna bidang atas. Mampu lantaran tumor lambung, adanya ulkus lambung. dapat juga dikarenakan adanya sirosis. Obat pereda nyeri bisa pula menciptakan feses berwarna hitam.

Warna merah menunjukkan adanya pendarahan saluran cerna bidang bawah. Sanggup akibat ambeien atau wasir, tumor usus besar, kanker usus & polip usus.

Sedangkan warna pucat rata rata akibat penyakit hambatan aliran cairan empedu. Kebanyakan terhadap penyakit batu saluran empedu, tumor saluran empedu, tumor di usus 12 jari & tumor pankreas.

“Kalau warna lemak rata-rata dinamakan diare lemak. Ini berlangsung dikarenakan rintangan penyerapan lemak di saluran cerna,” ungkapnya.

Cuma saja, terkecuali warna yg jadi perhatian buat mendiagnosa sebuah penyakit yakni adanya kesukaran konsistensi yg gradasinya satu sampai tujuh.

Terhadap gradasi enam sampai tujuh terbilang berat. Seandainya berbiji dgn cairan kurang umumnya diakibatkan hambatan aliran feses di usus besar. Dapat pun lantaran adanya tumor.

“Yang normal yaitu terhadap gradasi empat & lima jikalau gradasi tiga ke bawah mungkin sebab diare, entah sebab bakteri, virus dan seterusnya,” kata Luthfi.

Menyangkut frekuensi bakal dipandang apakah lebih dari lima kali dalam sehari atau kurang dari dua kali dalam seminggu. Apabila kurang dari dua kali sepekan sehingga mungkin dikarenakan hambatan penurunan aktivitas usus, adanya penyumbatan saluran cerna & mampu sebab ketidakmampuan mengeluarkan kotoran. Rata Rata sebab penyakit tertentu seperti jantung.

Adapun frekuensi lebih dari lima kali sehari rata-rata dikarenakan diare. Soal aroma yg menyengat kebanyakan sebab ada darah terfermentasi bakteri. “Kombinasi dari perubahan inilah yg mengantarkan terhadap diagnosa,” katanya. (dni) 

Sekian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi anda dan keluarga anda dan ingat untuk informasi kesehatan yang alaninya silahkan anda kunjungi atau klik obat kanker usus 12 Jari sekarangan juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *