Daging Merah Dapat Sebabkan Kanker Usus

10 Aug

Asal anda tahu saja daging merah dapat sebabkan kanker usus, jadi sebaiknya kita harus menghindari daging tersebut atau mencari dafing yang lebih sehat untuk usus kita atau juga jangan belebih lebihan dalam mengkonsumsi daging merah.

DI balik kenikmatan daging merah nyata-nyatanya bakal menyebabkan beraneka penyakit dalam badan. Para peneliti punya anggapan, pigmen merah yang terdapat terhadap daginglah yang jadi penyebabnya.

Tidak Sedikit makanan yang enak di lidah, namun nyatanya tak baik dimakan badan dalam jumlah besar, salah satunya mengonsumsi daging merah.

Daging Merah Dapat Sebabkan Kanker UsusBaca Juga : Obat Kanker Usus 12 Jari

Tidak Cuma kandungan lemaknya yg mampu memicu kegemukan, daging merah nyatanya akan memicu beraneka ragam penyakit, seperti kanker usus. Berdasarkan berita yg dilansir Daily Mail , para ilmuwan sudah meyakini kandungan yg terdapat dalam daging merah bakal memicu kanker usus yg lebih tinggi. Kandungan pigmen yg memberikan warna merah khas kepada daginglah yg menjadi penyebabnya.

Heme atau haem ialah sektor dari hemoglobin darah yg mengikat oksigen yg mengijinkan utk diangkut ke seluruhnya badan. Tetapi, kadar heme ini ditemukan dalam jumlah yg jauh lebih tinggi dalam daging merah daripada daging putih. Heme mengandung zat besi yg menciptakan daging berwarna merah. Meski daging merah, yg meliputi daging sapi, domba, babi, daging rusa, & kambing, sudah ketahuan mempunyai risiko kanker sewaktu sekian banyak dekade terakhir, pemahaman baru dari mekanisme yg menyebabkan sel-sel kanker terbentuk mungkin bisa meringankan dalam pencegahannya.

Terobosan ini pun bisa membuat kiat baru buat mendeteksi siapa saja yg berisiko lebih besar terkena kanker usus bersama mencari penanda kimia yg diproduksi oleh bakteri di usus. Para peneliti dari Universitas Utrecht di Belanda menemukan pertalian antara heme & kanker usus bersama berikan makanan yg mengandung pigmen merah terhadap tikus. Mereka menemukan bahwa tikus mengalami kerusakan lapisan usus mereka.

Terhadap sensor lebih dekat, mereka menemukan bahwa bakteri dalam usus yg mengubah heme jadi hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida yaitu bahan kimia yg membuahkan bau seperti telur busuk & sanggup merusak sel-sel yg melapisi usus. Buat memperbaiki kerusakan, sel-sel dapat tumbuh kembali dgn serentak. Tetapi, pertumbuhan tersebut membuat risiko yg lebih agung terbentuknya tumor kanker.

Penelitian yg diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pun menemukan dampak samping dari makan daging akan dihentikan oleh antibiotik, yg sanggup membunuh bakteri. Para ilmuwan menunjukkan, hidrogen trisulphide, bahan kimia yg diproduksi oleh bakteri usus, mampu jadi penanda kimia yg bermanfaat buat menunjukkan siapa yg paling berisiko terkena kanker usus.

Mereka menunjukkan bahwa 5-10% kanker kolorektal berjalan akibat aspek keturunan. Tapi, mayoritas disebabkan oleh mutasi yg disebabkan oleh perihal lingkungan, seperti pola makan. Biarpun heme bisa meningkatkan risiko kanker usus besar, senyawa lain dalam makanan kita pula meningkatkan risiko. Penelitian lebih lanjut dipakai buat menyaksikan apakah mekanisme yg sama berlaku buat manusia.

Layaknya upaya mencegah kanker usus, mengurangi mengonsumsi heme serta mampu mencegah penyakit lain dari usus, seperti penyakit inflamasi usus. Peneliti penting Noortje Ijsenagger menyampaikan, dirinya sudah mengurangi asupan dagingnya, bahkan sudah melakukannya tatkala sekian banyak th sebelum lakukan penelitian. “Saya membatasi asupan daging aku, aku makan daging 2 atau 3 kali seminggu. Ini bukan akibat cepat dari temuan aku. Aku sudah membatasi asupan daging sewaktu sekian banyak th,” ungkapnya layaknya yg dikutip Daily Mail .

Kanker usus yaitu salah satu penyakit pembunuh paling besar di Inggris. Lebih Kurang 40.000 orang didiagnosis kanker usus tiap-tiap th, setidaknya satu korban tiap-tiap 15 menit. Daging merah yakni sumber yg baik dari mineral protein & vitamin, tapi penelitian menunjukkan, terlampaui tidak sedikit tak baik buat kesehatan dalam jangka panjang. National Health Service (NHS) di Inggris merekomendasikan utk makan daging merah tak lebih dari 70 gr (g) sehari.

Angka ini setara bersama tiga irisan slim daging sapi panggang, domba, atau babi, masing-masing dgn ukuran setengah potong irisan roti. Kira Kira satu dari tiga orang di Inggris makan lebih dari jumlah yg disarankan. Sementara mengurangi mengonsumsi daging merah bisa meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sumber yg baik zat besi yang lain bakal diambil dari lentil, kacangkacangan, telur, ikan, ayam, kalkun, kacang-kacangan, & sereal sarapan.

Penelitian thn dulu menunjukkan, risiko kanker usus meningkat dgn ditemukannya kandungan gula yg dinamakan Neu5GC dalam daging merah yg sanggup menyebabkan peradangan sel. Daging merah akan memunculkan risiko masalah kesehatan yang lain.

Satu Buah studi di Swedia menemukan cowok yg makan dalam jumlah besar daging merah olahan mempunyai risiko kematian yg lebih tinggi akibat tidak sukses jantung. Penelitian pun menemukan bahwa mengonsumsi daging merah yg lebih tinggi bakal mengalami peningkatan risiko diabetes jenis 2 & kanker prostat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *